Senin, 18 Februari 2013

Penambangan Batubara Bawah Tanah: Longwall Mining

1. PENDAHULUAN
Batubara akan ditambang dengan metode penambangan bawah tanah apabila dlm segi keekonomian nya tidak ekonomis lg apabila ditambang dengan metode tambang terbuka.
Penambangan batubara bawah tanah sekarang udah lebih modern gan dan berkembang sangat cepat terutama dalam hal teknologi peralatannya. Ada 2 tipe penambangan batubara bawah tanah, yaitu Longwall Mining dan Room-and-Pillar Mining. 


2. LONGWALL MINING


Longwall mining merupakan metode penambangan paling produktif gan dan paling aman juga. Total batubara yg diambil bs mencapai 80% dari total sumberdaya yg ada. Metode ini merupakan metode dari Europa dan di adopsi US pada mid-1950. Sebelum ini, tambang batubara US menggunakan metode room-and-pillar. 

Pada metode longwall, batubara ditambang panel per panel. Panel tersebut adalah blok batubara yg berukuran 1km panjang x 200-300 m lebar, makanya dinamakan longwall mining. 

Dari satu panel ke panel yg lain, disangga oleh pillar2 batubara yg berukuran kira2 30m x 30 m, disebut gateroad pillar. Dan tiap 4-5 panel, disangga oleh pillar yg lebih besar dinamakan barrier pillar (> 100 m). Nih layout nya
  
Proses development panel

 Yang berwarna putih itu adalah jalan (disebut entry) buat org dan alat, batubaranya udah diambil untuk membentuk panel tsb, sedangkan warna biru tua adalah panel dan pillar ygn ditinggalkan untuk menyangga batuan diatasnya. 

Proses ini dinamakan developement stage (belum mining stage, walaupun batubara nya sudah diambil sebagain untuk membuat entry). 
 Kalo anda liat 2 panah di bwh tulisan gateroads, itu ada alat gali yg bekerja membuat entry2 tersebut, namanya continuous miner (CM). CM ini akan menggali sejauh 6m x 6m lalu mudur, dan mesin penyangga (Rock bolter) masuk untuk menyangga batuan yg batubara nya barusan digali oleh CM, sementara itu si CM pindah ke entry sebelahnya dan menggali lagi 6 m x 6m. Begitu seterusnya.
 Dibelakangnya CM ada shuttle car yg mengangkut batubara yg digali ke tempat bunker sementara
 Nah kalo panel2 tersebut sudah siap, baru deh panel tersebut ditambang oleh alat yg dinamakan shearer. Batubara yg digali shearer (shearer menggali bolak-balik sepanjang lebar panel) ini akan ditransfer ke Armoured Face Conveyor (AFC) lalu di transfer ke belt conveyor di entry untuk selanjutnya di trasport ke permukaan melalui slope shaft. 

Yg terpenting disini adalah selama shearer menggali batubara, shearer dan operator nya di lindungi oleh penyangga yg dinamakan shield yg bergerak automatis mengikuti kemajuan penggalian shearer. 



Shearer biasanya menggali sedalam 1 m, sehingga shield pun akan bergerak maju sejauh 1 m jg gan. Ketika shield (sepanjang panel tsb) maju, maka batuan di atasnya tidak ada yg menyangga dan dibiarkan ambruk, daerah ambrukan dinamakan gob atau goaf.

 biru muda = shearer, hijau = AFC, cokelat = shield. Bandingkan gambar di atas dgn yg dibawah
 Tinggi shield dan diameter drum shearer = tinggi lapisan batubara yg digali, biasanya 1.6-2.5 m.
Berikut merupakan gambar belt conveyor di entry yg mengankut batubara ke permukaan
 Kalo masih bingung, berikut video ilustrasi nya.

Setelah 1 panel ditambang habis, seluruh peralatan tsb di pindahkan ke panel selanjutnya. Proses pemindahan nya kira2 1 minggu . Maklum alatnya berat2, jd pake mesin khusus untuk memindahkan semuanya. Selama pemindahan, tambang tidak beroperasi, dalam artian kehilangan produksi. Produksi sehari longwall bs mencapai 40rb ton/hr ato 1500 ton/jam. Setahun bs mencapai 10 jt ton. Hilang produksi 1 jam saja=hilang uang $5000.



Jenis Tambang

Jenis Tambang


Di dunia pertambangan, khususnya tambang batubara dikenal ada 2 jenis tambang, yaitu tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Dimana tambang terbuka adalah suatu kegiatan penambangan batubara dengan cara membuka dan menggali lahan yang sangat luas hingga membentuk suatu lubang terbuka yang sangat lebar. Sedangkan tambang bawah tanah adalah suatu kegiatan penambangan batubara denga cara membuat lubang/terowongan bawah tanah dengan tanpa membuka lahan di atasnya secara luas.

Pemilihan jenis tambang ini ditentukan oleh beberapa hal yang antara lain berupa :
  • Stripping Ratio (SR) / Nisbah kupasan yang ekonomis pada saat itu. Pengertian dari stripping ratio adalah : Perbandingan jumlah tanah kupasan penutup batubara dalam satuan meter kubik padat (baca BCM) yang harus dibuang untuk menghasilkan 1 ton batubara. Dapat disebut juga dengan rasio kupasan (dengan batubara) pada tambang batubara terbuka.
  • Metoda penambangan, antara lain misalnya direct digging, direct dozing, ripping, drilling dan blasting, truck dan shovel, dragline system, conveying, dll.
  • Teknologi yang akan digunakan. Hal ini akan disesuaikan dengan metode penambangan yang dipilih.
  • Lingkungan dan AMDAL, mengingat kegiatan tambang ini pasti membawa dampak negatif terhadap lingkungan disekitar areal tambang.
  • Keahlian sumber daya manusia yang bekerja sebagai pekerja tambang, baik bidang teknis, K3 dan non teknis.
  • Ketersediaan modal, mengingat kegiatan pertambangan memerlukan biaya investasi dan operasional yang sangat besar.
Berdasarkan atas beberapa pertimbangan tersebut di atas, PT. Amanah Anugerah Adi Mulia telah memilih jenis tambangnya berupa tambang terbuka. Secara umum, pemilihan ini didasarkan pada tingkat SR yang rendah, metoda penambangan yang sederhana, teknologi yang digunakan berupa unit heavy equipment dan dump truck berkapasitas kecil, serta ketersedian modal perusahaan baik untuk investasi maupun operasional.

Selasa, 23 Oktober 2012


Produk Hasil Galian Tambang




  








Pemanfaatan bahan galian adalah langkah positif yang tak terhindarkan untuk mencukupi kebutuhan yang telah ditentukan oleh harga pasar mineral yang selalu mendorong upaya eksploitasi bahan galian semaksimal mungkin. 

1. Almunium
Almunium adalah logam putih perak, ringan, dan mulur. Almunium digunakan untuk peralatan dapur, peralatan rumah tangga, mebel, dan lain-lain. Tambang almunium terdapat di Papua.

2. Asbes

Tambang asbes terdapat di :
  • Kuningan : Jawa Barat
  • Papua
  • Pulau Halmahera : Maluku
  • Pulau Seram : Maluku
3. Aspal
Tambang aspal terdapat di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Aspal juga dihasilkan oleh Permigan Wonokromo, Jawa timur, sebagai hasil pengolahan minyak bumi.

4. Batubara    
Daerah-daerah penghasil batubara adalah :
  • Bukitasam : Pusatnya di Tanjungenim, Sumatra Selatan.
  • Kotabaru : Pulau Laut, Kalimantan Selatan.
  • Sungai Berau : Pusatnya di Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Umbilin : Pusatnya di Sawahlunto, Sumatra Barat.
Selain itu, tambang batubara terdapat juga di Bengkulu, Jawa Barat, Papua dan Sulawesi Selatan. Tambang batubara dusahakan oleh PN Batubura.

5. Bauksit
Bauksit adalah bahan baku aluminium. Tambang bauksit terdapat di pulau Bintan (Riau) dan Singkawang (Kalimantan Barat). Selain itu, terdapat pula di Kalimantan Tengah.

6. Belerang
Belerang digunakan sebagai bahan obat patek dan korek api. Tambang belerang terdapat di gunung Patuha (Jawa Barat) dan Gunung Welirang (Jawa Timur). Selain itu, terdapat pula di Jambi, Jawa Tengah, dan Sulawesi.

7. Bijih besi
Tambang bijih besi terdapat di :
  • Cilacap (pasir besi) : Jawa Tengah
  • Cilegon    : Banten
  • Gunung Tegak : Lampung
  • Lengkabana : Sulawesi Tengah.
  • Longkana : Sulawesi Tengah.
  • Pegunungan Verbeek : Sulawesi Tengah.
  • Pulau Derawan : Kalimantan Selatan.
  • Pulau Sebuku : Kalimantan Selatan.
  • Pulau Suwang : Kalimantan Selatan.
Selain itu terdapat juga di Bengkulu, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Bijih besi diolah oleh PT Krakatau Steel. Cilegon. Jawa Barat. Pasir hesi diolah PN Aneka Tambang, Cilacap, Jawa Tengah.

8. Emas dan Perak
Tambang emas dan perak terdapat di :
  • Bengkalis : Sumatra    
  • Bolaang Mangondow : Sulawesi Utara.
  • Cikotok : Jawa Barat.
  • Logas : Riau
  • Meuleboh : DI Aceh
  • Rejang Lebong : Bengkulu
Selain itu terdapat juga di Lampung, Jambi, Kalimantan Barat. Papua, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Pabrik pengolahan emas terdapat di Cikotok, Jawa Barat.

9. Fosfat
Fosfat merupakan persenyawaan kotoran kelelawar dengan batu kapur. Fosfat digunakan dalam industri pupuk Fosfat banyak terdapat di Bogor, Pangandaran (Jawa Barat), Gombong, Purwokerto ( Jawa Tengah), dan Bojonegoro.

10. Garam
Garam dibuat dengan menampung air laut, kemudian diupkan dengan sinar matahari sehingga tertinggal Kristal-kristal garamnya. Garam banyak diusahakan di Pulau Madura, Jawa Timur.

11. Garam Batu
Garam batu digunakan untuk  bahan obat-obatan. Garam batu banyak terdapat di Kepulauan Kei.

12. Gas Alam
Gas alam terdapat di Arun (Di Aceh) dan Bontang (Kalimantan). Gas alam Juga terdapat di daerah Jawa Barat, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan.

13. Gips
Gips banyak digunakan dalam industry keramik. Gips ditambang di daerah Cirebon, Rembang, Kalianget, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

14. Grafit
Tambang grafit terdapat di terdapat di Payakumbuh dan Singkarak (Sumatra Barat). Grafit digunakan sebagai bahan pembuat pensil.

15. Granit
Tambang granit terdapat di DI Yogyakarta, Lampung dan Riau.

16. Intan
Intan banyak terdapat di Kalimantan Selatan. Tempat pengasahannya di Matapura. Selain itu terdapat juga di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

17. Kapur
Tambang kapur  banvak terdapat di Jawa Tengah. Lampung, NTT. Sulawesi Tenggara. dan Sumatra Barat.

18. Mangaan
Tambang mangan terdapat di Kliripan (DI Yogyakarta) dan Tasikmalaya (Jawa Barat). Tambang mangan juga terdapat di Lampung, Maluku, NTB dan Sulawesi Utara.

19. Marmer
Tambang marmer terdapat di Besok, daerah Wijak, Tulungagung (Jawa Timur). Tambang marmer juga terdapat di DI Yogyakarta, Lampung, Papua dan Sumatra Barat.

20. Mika
Tambang mika terdapat di Pulau Paleng (Sulawesi Selatan) dan Donggala (Sulawesi Tengah).

21. Minyak bumi

A. Tambang Minyak Bumi
Tambang minyak bumi terdapat di :
  • Babo : Papua
  • Cepu : Jawa Tengah
  • Delta Sungai Berantas : Jawa Timur
  • Dumai : Riau
  • Kembatin : Kalimantan Tengah
  • Kepulauan Natuna : Riau
  • Klamano    : Papua
  • Lhokseumawe : DI Aceh
  • Majalengka : JawaBarat
  • Peureuk    : Jawa Barat
  • Plaju : Sumatra Selatan
  • Pulau Bunyu : KalimantanTimur
  • Pulau Seram : Maluku
  • Pulau Tarakan : Kalimantan Timur
  • Pulau Tenggara : Maluku
  • Surolangun : Jambi
  • Sorong : Papua
  • Sungai Gerong : Sumatra Selatan
  • Sungai Mahakam : Kalimantan Timur
  • Sungai Paking : Riau
  • Tanjungpura : SumatraUtara
B. Pabrik Pengolahan Minyak Bumi 
Pabrik pengolahan minyak  bumi terdapat di :
  • Balikpapan : Kalimantan Timur
  • Cepu : Jawa Tengah
  • Cilacap    : Jawa Tengah
  • Pangkalan Brandan : SumatraUtara
  • Plaju : Sumatra Selatan
  • Sungai Gerong : Sumatra Selatan
  • Wonokromo : Jawa Timur
C. Hasil Olahan Minyak Bumi
Dari minyak bumi dapat diolah menjadi bensol, bensin, minyak tanah, premium, vaselin, parafin, malam, malariol, kerosin dan aspal.

D. Pelabuhan-Pelabuhan  Minyak
Pelabuhan minyak terdapat di Balikpapan, Pangkalansusu, Plaju,Pulau Sambu. Samudrapura, Sabang, Sungai Gerong, Tanjung Perak. dan Tarakan.

E. Pengusaha Nasional dan Asing Minyak Bumi di Indonesia
  • Pengusaha nasional Pertamina (Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional) dan Permigan.
  • Pengusaha asing PT Caltex (California Texas Oil Company). PT Stanvac Indonesia (PTSI) dan NNGPM (Nederlandse New Guinea Petralium Maatcappy).
22. Nikel
Nikel banyak terdapat di Kalimantan Barat, Maluku, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

23. Pasir Kwarsa
Pasir Kwarsa banyak terdapat di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Tenggara.

24. Perunggu
Perunggu banyak terdapat di Sulawesi Utara.

25. Semen
Bahan-bahan semen banyak terdapat di :
  • Gresik : JawaTimur    
  • Indarung : Sumatra Barat
  • Laah Kulu : Kalimantan Timur
  • Sukabumi : JawaBarat
  • Tonasa : Sulawesi Selatan
26. Tembaga
Tambang tembaga terdapat di :
  • Cikotok    : JawaBarat
  • Kompara    : Papua    
  • Sangkarapi : Sulawesi Selatan
  • Tirtamaya : Jawa Tengah
Selain itu, terdapat juga di daerah Jambi dan Sulawesi Tengah.

27. Timah
Tambang timah terdapat di :
  • Bangkinang : Riau    
  • Dabo : Pulau Singkep
  • Manggar : Pulau Belitung
  • Sungai Liat : Pulau Bangka
Pabrik pelabuhan bijih timah terdapat di Muntok (Pulau Belitung)

28. Tras
Tras adalah sejenis batu truf. Banvak di[tampung di Gunung Mulia (Jawa Tengah) dan daerah Priangan (Jawa Barat) selain itu terdapat juga di Sumatra Barat.

29. Yodium
Tambang Yodium terdapat di Semarang( Jawa Tengah) dan Jombang (Jawa Timur). Yodium digunakan untuk bahan obat dan peramu garam dapur.

Mineralogi

Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan geologi yang mempelajari mengenai mineral.baik dalam bentuk individu maupun kompleks dengan maksud mendeterminasikan sifat2 fisik,sifat2 kimia,genesa serta kegunaannya.

Definisi mineral definisi mnrt l.g Berry(1959): mineral adalah suatu benda padat yang homogen yang terdapat dalam,terbentuk secara anorganik,mempunyai komposisi kimia pada batas2 tertentu dan mempunyai atom2 yang tersusun secara tertentu.

Sifat2 suatu mineral sangat tergantung :
  1. Susunan atau struktur Kristal yang dimiliki
  2. Komposisi kimia dari material yang menyusunnya

Tahapan sifat2 fisik mineral yang perlu dideterminasikan :
1.sifat kohesi mineral(merupakan sifat kekuatan atau kelekatan dari setiap atom yang menyusun mineral tersebut)

A. Belahan(cleavage) - pecahan mineral yang teratur mengikuti permukaan dan mengikuti struktur kristalnya.
  1. Belahan sempurna-mudah terbelah melalui arah belahnya,bentuk bidang yg licin,datar.con:calcite,galena,muscovit
  2. Belahan baik-mineral mudah membelah pd bidang belahnya akan tetapi kadang2 akan terdapat belahan yang memotong bidang belahnya atau pembelahan yang tidak pada bidang belahnyacofeldspar,hyperstene,diposide
  3. Belahan jelas.belahan mineral masih dapat dilihat tetapi mineral tersebut sukar untuk terbelah melalui bidang belahannyaco.hornblende.sceelite.straolite
  4. Belahan tidak jelas.arah belahan mineral masih dapat dilihat tetapi kemungkinan terbelah melalui arah belahannya dengan kemungkinan pecah memotong arah belahannya sama,co,corundum,magnetic,beryl.
  5. Belahan tidak sempurna
B. Pecahan(Fracture)
Pecahnya suatu mineral secara tidak dengan permukaan bidang pecah yang tidak rata,dengan kata lain pecahan ini berlawan dengan belahan.
  1. Concodinal: yaitu pecahnya mineral seperti botol atau kulit bawang.co.opal,niter,realgar
  2. Hackly: pecahnya mineral seperti pecahan besi runcing tajam serta kasar tak beraturan,umumnya ditemui pada mineral logamcogold,copper,silver.
  3. Even: pecahnya mineral dengan permukaan bidang pecah kecil2 dengan ujung pecahan masih mendekati bidang datar sehingga mempunyai kenampakan agak teratur,co:biotite,talc,muscovite.
  4. Uneven: pecahan mineral apabila bidang pecahnya kasar dan tidak teratur
  5. Splintery: yaitu pecahan mineral hancur menjadi tajam2 kecil2.seperti benang atau serabut,pecahan ini sering jga disebut fibrous.co.anhydrite.spinel,fluorite
C. Kekerasan(hardness)
daya tahan permukaan mineral terhadap goresan,uji kekerasan skala mohs sebagai berikut :
  1. talc {mg3si4c10(ch)2}
  2. gypsum {caso42h2o}
  3. calcite {caco3}
  4. fluorite {caf2}
  5. apatite {ca5(po4)3f}
  6. orthoclase {KALSi3O8}
  7. quartz {SiO2}
  8. topaz {al2(sio4)(foh)2}
  9. corundum {al2o32h2o}
  10. intan {C}

Daya tahan mineral terhadap pukulan (tenacity): 
Daya tahan mineral terhadap pemecahan,penghacuran,pembengkokan,ataupun pemotongan.

Macam - macam tenacity :
  1. Brittle: mineral mudah hancur menjadi tepung halus/mineral mudah diremas2.contoh:marcite.lempung.quartz.
  2. Sectile:mineral dapat dipotong dengan pisau co.gypsum,cerargyriteDuctile.mineral dapat ditarik atau diulur seperti kawat dan apabila tarikan dilepaskan mineral tidak kembali keposisi awal,contoh:silver,gold,copper.
  3. Maileable:mineral dipukul akan menjadi lempeng-lempeng yang tipis dan mineral tidak hancur.
  4. Flexible : mineral dapat dilengkukan kemana2 dengan mudah.co.mica.folliated talc.gypsum.
  5. Elastic:mineral meregang bila ditarik dan kembali kebentuk semula bila dilepaskan.co.hematic tipis.lembar pipih mica.
2. Reaksi terhadap sinar-suatu sifat mineral apbila dikenai cahaya kedalamnya :
  • warna.mineral yang mempunyai warna tetap dan tertentu disebut idiochromatic.bila suatu mineral dikenai sinar atau cahaya yang jatuh di permukaan mineral sebagian diserap(absorbsi)dan sebagian dipantulkan(refleksi). Faktor2 yg mempengaruhi warna mineral:
    • clorit:hijau
    • albite:putih
    • erythrite:merah
    • struktur Kristal dan ikatan atom.pengotoran dan mineral lain.*alochpomatic:mineral tersebut dgn lainnya sehingga mempunyai warna campuran.*kehadiran ion asing yg dapat member warna khas pd mineral.
  • gores adalah warna mineral dlm bentuk tepung halus,warna ini umumnya lebih stabil dan dpt dipertanggungjawaban.co.quartz.wrna putih smpe tak berwarna,gypsum,calcite. Mineral nonmetalik Leucite,warna abu2.goresnya warna putih.schelite.warna kuning smpe coklat.goresnya warna putih.mineral dgn kilap metalik.pyrite.warna kuning.gores hitam.copper.merah,gores hitam.sedangkan mineral warna gores yg sama.cinnabar(hgs). Magnetite(fe3o4),warna gores hitam.lazurite.warna+gores biru.
  •   kilap.-ditimbulkan oleh cahaya yang di pantulkan dri permukaan sebuah mineral,dmana sebenarnya mrupakan sifat optic yaitu pemantulan (refleksi) dan pembiasan. Kilap dibedakan:
    • kilap logam(metallic luster)mineral opaque dan mineral dengan indeks bias(n)>3 misalnya:pyrite,galena,native metal,dll.
    • sub metallic luster.mineral semi opaque dan mineral yang indeks bias(n)=2,6-3;3.kilap bukan logam(nonmetalik luster)n<2,5.
Mineral transparan dan tranculent dan semua mineral yg punya indeks bias(n)<2,5 :
  1. kilap kaca,n=1,3-1,9,co.kuarsa,fluorite,corundum;
  2. kilap intan,n=1,9-2,5co:intan ,zircon,rutile.
  3. kilap lemak.terlihat dibidang permukaan sperti berminyak,akibat terkena udara lembab dan teroksidasi,co,serpentine,halite yg terkena udara,
  4. kilap sutera,seperti sutera ditimbulkan oleh mineral oleh mineral yang pararel,berserabut,co:asbestos.selenite.serpentine.
  5. kilap mutiara.ditimbulkan oleh mineral yang transparan,berstruktur lembaran.co.talc.mika.gips.
  6. kilap tanah/kilap buram.ditimbulkan oleh mineral yang porous.seperti lempung dpt memancarkan sinar yang masuk kedalamnya dgn sempurna seolah2 tidak punya kilap.co:clay mineral.
  • Derajat ketransparan (diaphaineity)dibedakan:
    • transparan.apabila mineral itu ditempelkan pd suatu benda hingga menutupi benda itu.ternyata benda itu masih keliahatan jelas.co.mika.delanite.
    • tranculent,mineral ditempelkan pd benda,benda itu masih kelihatan,tpi agak berkabut.co.kuarsa.gips.
    • kristal habit.dlm pemerian Kristal dpt dibedakan jadi.a.pemerian perawakan Kristal tersendiri(individu)/berkelompok(aggregate)
    • sifat kemagnetan .jika mineral dpt tertarik mineral maka sifatnya magnetis atau paramagnetis.sebliknya,non magnetis,dia magnetis
Berat jenis,atau density:massa mineral/satuan volume.specivic gravity dipakai air.

++KESALAHAN2 UMUM.ttg mineral tdk homogeny shg berat jenis tetap sesuai sebenarnya,mineral sangat forus akibat rongga terisi udara, mineral larut dalam air.ketelitian pengamatan.

Pd zaman prasejarah warna yg dikenal :
- merah.hematite(fe2o3)
- hitam.pyrolusite(mno2)
- putih.kaoline(mgal2si2o3)

Sejarah Mineralogi :
Zaman batu yg dipakai sebagai alat(aktinolite berserabut).u/beliung.4000 th kemudian penambangan peleburan emas tembaga timah,perak,dsb.372-287sm.

Thephraslus filosof yunani mengarang buku on stone.abd ke1 masehi pliyr menjelaskan ttg penambahan beberapa mineral yg digunakan sbg batu perhiasan zat warna dan bijih logam.

Niels steuse 1869 kebangsaan Denmark.buktikan bahwa sudut dlm Kristal kwarsa adalah tetap dan tidak tergantung kpd bentuk Kristal dan ukurannya,kemudian ia juga menggembangkan ilmu kristalografi.

Istilah - Istilah :

1. gangue:mineral campur dengan bijih lain tak ada nilai ekonomis
2. industrial minerals : Bahan Galian Industri
3. golongan mineral ekonomis/ Bijih
4. strategic minerals logam /mineral bijih penghasil logam strategic dan critical materials,material yg dibutuhkan untuk kepentingan darurat.

Batuan Sedimen










Batuan sediment memang sangat menarik untuk dibahas. Selain bentuknya yang unik dan beragam serta jumlahnya yang melimpah di muka bumi (hampir 75% kulit bumi terdiri atas batuan sedimen), proses-proses yang terjadi juga sangatlah menarik untuk dibahas. Salah satu proses yang menarik adalah bagaimana sedimen sebagai penyusun batuan sedimen dapat terangkut dan diendapkan menjadi batuan sedimen.

Sebelum mengetahui bagaimana sedimen terangkut dan terendapkan dalam suatu cekungan mungkin ada baiknya kita dapat memahami prinsip apa saja yang bisa kita temukan dalam batuan sedimen. Prinsip-prinsip tersebut sangatlah beragam diantaranya prinsip uniformitarianism. Prinsip penting dari uniformitarianism adalah proses-proses geologi yang terjadi sekarang juga terjadi di masa lampau. Prinsip ini diajukan oleh Charles Lyell di tahun 1830. Dengan menggunakan prinsip tersebut dalam mempelajari proses-proses geologi yang terjadi sekarang, kita bisa memperkirakan beberapa hal seperti kecepatan sedimentasi, kecepatan kompaksi dari sediment, dan juga bisa memperkirakan bagaimana bentuk geologi yang terjadi dengan proses-proses geologi tertentu.

Lapisan horizontal yang ada di batuan sedimen disebut bedding. Bedding terbentuk akibat pengendapan dari partikel-partikel yang terangkut oleh air atau angin. Kata sedimen sebenanrya berasal dari bahas latin ”sedimentum” yang artinya endapan. Batas-batas lapisan yang ada di batuan sedimen adalah bidang lemah yang ada pada batuan dimana batu bisa pecah dan fluida bisa mengalir. Selama susunan lapisan belum berubah ataupun terbalik maka lapisan termuda berada di atas dan lapisan tertua berada di bawah.

Prinsip tersebut dikenal sebagai prinsip superposition. Susunan lapisan tersebut adalah dasar dari skala waktu stratigrafi atau skala waktu pengendapan. Pengamatan pertama atas fenomena ini dilakukan oleh Nicolaus Steno di tahun 1669. Beliau mengajukan beberapa prinsip berkaitan dengan fenomena tersebut. Prinsip-prinsip itu adalah prinsip horizontality, superposition, dan original continuity. Prinsip horizontality menjelaskan bahwa semula batuan sedimen diendapkan dalam posisi horizontal. Pembentuk batuan sedimen adalah partikel-partikel atau sering disebut sedimen yang terbentuk akibat hancuran batuan yang telah ada sebelumnya seperti batuan beku, batuan metamorf, dan juga batuan sedimen sendiri. Berdasarkan ukuran partikel dari sedimen klastik, sedimen-sedimen dapat dibedakan sebagai berikut: Klasifikasi- Berdasarkan ukuran partikel dari sedimen klastik

Nama Partikel Ukuran Sedimen Nama batu
  • Boulder/Bongkah >256 mm Gravel Konglomerat dan Breksi (tergantung kebundaran partikel)
  • Cobble/Kerakal 64 - 256 mm Gravel
  • Pebble/Kerikil 2 - 64 mm Gravel
  • Sand/Pasir 1/16 - 2mm Sand Sandstone
  • Silt/Lanau 1/256 - 1/16 mm Silt Batu lanau
  • Clay/Lempung <1/256 mm Clay Batu lempung
Faktor-faktor yang mengontrol terbentuknya sedimen adalah iklim, topografi, vegetasi dan juga susunan yang ada dari batuan. Sedangkan faktor yang mengontrol pengangkutan sedimen adalah air, angin, dan juga gaya grafitasi. Sedimen dapat terangkut baik oleh air, angin, dan bahkan salju. Mekanisme pengangkutan sedimen oleh air dan angin sangatlah berbeda. Pertama, karena berat jenis angin relatif lebih kecil dari air maka angin sangat susah mengangkut sedimen yang ukurannya sangat besar. Besar maksimum dari ukuran sedimen yang mampu terangkut oleh angin umumnya sebesar ukuran pasir. Kedua, karena sistem yang ada pada angin bukanlah sistem yang terbatasi (confined) seperti layaknya channel atau sungai maka sedimen cenderung tersebar di daerah yang sangat luas bahkan sampai menuju atmosfer. Sedimen-sedimen yang ada terangkut sampai di suatu tempat yang disebut cekungan. Di tempat tersebut sedimen sangat besar kemungkinan terendapkan karena daerah tersebut relatif lebih rendah dari daerah sekitarnya dan karena bentuknya yang cekung ditambah akibat gaya grafitasi dari sedimen tersebut maka susah sekali sedimen tersebut akan bergerak melewati cekungan tersebut. Dengan semakin banyaknya sedimen yang diendapkan, maka cekungan akan mengalami penurunan dan membuat cekungan tersebut semakin dalam sehingga semakin banyak sedimen yang terendapkan. Penurunan cekungan sendiri banyak disebabkan oleh penambahan berat dari sedimen yang ada dan kadang dipengaruhi juga struktur yang terjadi di sekitar cekungan seperti adanya patahan.

Sedimen dapat diangkut dengan tiga cara: 
  1. Suspension: ini umumnya terjadi pada sedimen-sedimen yang sangat kecil ukurannya (seperti lempung) sehingga mampu diangkut oleh aliran air atau angin yang ada.
  2. Bed load: ini terjadi pada sedimen yang relatif lebih besar (seperti pasir, kerikil, kerakal, bongkah) sehingga gaya yang ada pada aliran yang bergerak dapat berfungsi memindahkan pertikel-partikel yang besar di dasar. Pergerakan dari butiran pasir dimulai pada saat kekuatan gaya aliran melebihi kekuatan inertia butiran pasir tersebut pada saat diam. Gerakan-gerakan sedimen tersebut bisa menggelundung, menggeser, atau bahkan bisa mendorong sedimen yang satu dengan lainnya.
  3. Saltation: yang dalam bahasa latin artinya meloncat umumnya terjadi pada sedimen berukuran pasir dimana aliran fluida yang ada mampu menghisap dan mengangkut sedimen pasir sampai akhirnya karena gaya grafitasi yang ada mampu mengembalikan sedimen pasir tersebut ke dasar.
Pada saat kekuatan untuk mengangkut sedimen tidak cukup besar dalam membawa sedimen-sedimen yang ada maka sedimen tersebut akan jatuh atau mungkin tertahan akibat gaya grafitasi yang ada. Setelah itu proses sedimentasi dapat berlangsung sehingga mampu mengubah sedimen-sedimen tersebut menjadi suatu batuan sedimen.
 
Referensi:
Australian Museum - http://www.amonline.net.au/geoscience/
University of Tulane - http://www.tulane.edu


PENGENALAN
Sedimen merupakan bahan atau partikel yang terdapat di permukaan bumi (di daratan ataupun lautan), dan bisa jadi karena mengalami proses pengangkutan dari satu kawasan ke kawasan yang lain. Air dan angin merupakan agen pengangkut yang utama. Sedimen ini apabila mengeras akan menjadi batu sedimen. Kajian berkenaan dengan sedimen dan batu sedimen ini disebut sedimentologi. Antara lain sedimen yang ada ialah lumpur, pasir, kelikir dan sebagainya. Sedimen ini akan menjadi batu sedimen apabila mengalami proses pengerasan.

Sedimen = Bahan partikel yang peroi(lumpur, pasir, kelikir dan lain-lain)
Sedimen akan menjadi batuan sedimen melalui proses pengerasan atau pembatuan yang melibatkan;
  • Pemampatan (Compaction)
  • Penyemenan (Cementation)
  • Penghabluran kembali (Recrystallization) terutama sedimen karbonat)
TANDA-TANDA ATAU PETUNJUK BATUAN SEDIMEN

- Kehadiran perlapisan atau stratification

Selang lapis batu pasir dengan lodak/syal
- Adanya struktur sedimen di atas satah atau di dalam perlapisan
- Terjumpanya fosil
- Kehadiran butiran yang telah mengalami proses angkutan (klas)

Klas yang telah mengalami angkutan

- Kehadiran mineral yang asalan sedimen (glaukonit, chamosite)

JENIS BATUAN SEDIMEN

Secara umum, sedimen atau batuan sedimen terbentuk dengan dua cara, yaitu;
  1. Terbentuk dalam lingkungan pengendapan atau dengan kata lainnya tidak mengalami proses pengangkutan. Sedimen seperti ini dikenal sebagai sedimen autochthonous. Sedimen yang termasuk dalam kumpulan ini ialah evaporit, batu kapur, laterit.
  2. Mengalami proses angkutan, atau dengan kata lain, puncanya daripada kawasan luar lembangan, dan proses luluhawa, pengikisan dan angkutan membawa sedimen ini ke lingkunga pengendapan yang baru. Sedimen ini disebut sedimen allochthonous. Yang termasuk dalam kumpulan ini ialah konglomerat, volkanoklastik.
Selain daripada penjelasan di atas, batuan sedimen dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis, bergantung kepada cara dan proses pembentukannya. Antara klas batuan sedimen yang utama ialah;
  • Terrigenous (detrital atau berklas / klastik - clastic). Batuan klastik merupakan batuan yang puncanya berasal daripada suatu tempat lain, dan telah diendapkan dalam lembangan baru setelah mengalami proses pengangkutan. Batuan utama yang terdapat dalam kumpulan ini ialah;
  • Konglomerat atau breksia
  • Batu pasir
  • Batu lodak
  • Syal
  • Sedimen endapan kimia / biokimia (Chemical/biochemical). Batuan endapat kimia merupakan batuan yang terbentuk hasil daripada pemendapan kimia daripada larutan, ataupun terdiri daripada endapan hidupan bercangkang mineral karbonat atau bersilika atau berfosfat dan lain-lain.. Antara batuan yang tergolong dalam kumpulan ini ialah;
    • Evaporit
    • Batuan sedimen karbonat (batu kapur dan dolomit)
    • Batuan sedimen bersilika (rijang)
    • Endapan organik (batu arang)
    • Batuan volkanoklastik (Volcanoclastic rocks). Batuan volkanoklastik yang berasal daripada aktiviti gunung berapi. Debu-debu daripada aktiviti gunung berapi ini akan terendap seperti sedimen yang lain. Antara batuan yang ada dalam kumpulan ini ialah;
      • Batu pasir bertuf
      • Aglomerat
Struktur sebelum endapan boleh ditemui di atas lapisan, sebelum lapisan atau endapan yang muda atau baru di endapkan. Ia adalah struktur hasil hakisan seperti terusan (channel), 'scour marks', 'flutes', 'grooves', 'tool marking' dan sebagainya. Struktur-struktur ini sangat penting kerana ia juga boleh memberikan arah aliran arus.

Pertambangan secara umum


Pertambangan secara umum


                                      



Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas).

Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep Pertambangan yang berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi :
  • Penyelidikan Umum (prospecting)
  • Eksplorasi : eksplorasi pendahuluan, eksplorasi rinci
  • Studi kelayakan : teknik, ekonomik, lingkungan (termasuk studi amdal)
  • Persiapan produksi (development, construction)
  • Penambangan (Pembongkaran, Pemuatan,Pengangkutan, Penimbunan)
  • Reklamasi dan Pengelolaan Lingkungan
  • Pengolahan (mineral dressing)
  • Pemurnian / metalurgi ekstraksi
  • Pemasaran
  • Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Pengakhiran Tambang (Mine Closure)
Ilmu Pertambangan : ialah ilmu yang mempelajari secara teori dan praktik hal-hal yang berkaitan dengan industri pertambangan berdasarkan prinsip praktik pertambangan yang baik dan benar (good mining practice).

Menurut UU No.11 Tahun 1967, bahan tambang tergolong menjadi 3 jenis, yakni:
  • Golongan A (yang disebut sebagai bahan strategis), 
  • Golongan B (bahan vital), dan 
  • Golongan C (bahan tidak strategis dan tidak vital). 
Bahan Golongan A merupakan barang yang penting bagi pertahanan, keamanan dan strategis untuk menjamin perekonomian negara dan sebagian besar hanya diizinkan untuk dimiliki oleh pihak pemerintah, contohnya minyak, uranium dan plutonium. Sementara, Bahan Golongan B dapat menjamin hayat hidup orang banyak, contohnya emas, perak, besi dan tembaga. Bahan Golongan C adalah bahan yang tidak dianggap langsung mempengaruhi hayat hidup orang banyak, contohnya garam, pasir, marmer, batu kapur dan asbes.
Teknik Pertambangan adalah suatu disiplin ilmu keteknikan/rekayasa yang mempelajari tentang bahan galian/sumberdaya mineral, minyak, gas bumi, dan batubara mulai dari penyelidikan umum (propeksi), eksplorasi, penambangan (eksploitasi), pengolahan, pemurnian, pengangkutan, sampai ke pemasaran sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kerekayasaan dalam Teknik Pertambangan mencakup perancangan, eksplorasi (menemukan dan menganalisis kelayakan tambang), metode eksploitasi, Teknik Pertambangan (menentukan teknik penggalian, perencanaan dan pengontrolannya) dan pengolahan bahan tambang yang berwawasan lingkungan. Dalam Teknik Pertambangan, pendidikan ditekankan pada kemampuan analisis maupun praktis (terapan) untuk tujuan penelitian maupun aplikasi praktis

Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas).

Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep Pertambangan yang berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi :
  • Penyelidikan Umum (prospecting)
  • Eksplorasi : eksplorasi pendahuluan, eksplorasi rinci
  • Studi kelayakan : teknik, ekonomik, lingkungan (termasuk studi amdal)
  • Persiapan produksi (development, construction)
  • Penambangan (Pembongkaran, Pemuatan,Pengangkutan, Penimbunan)
  • Reklamasi dan Pengelolaan Lingkungan
  • Pengolahan (mineral dressing)
  • Pemurnian / metalurgi ekstraksi
  • Pemasaran
  • Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Pengakhiran Tambang (Mine Closure)
Ilmu Pertambangan : ialah ilmu yang mempelajari secara teori dan praktek hal-hal yang berkaitan dengan industri pertambangan berdasarkan prinsip praktek pertambangan yang baik dan benar (good mining practice) .

pengertian pertambangan


Pengertian Pertambangan

Pertambangan adalah :
  1. Kegiatan, teknologi, dan bisnis yang berkaitan dengan industri pertambangan mulai dari prospeksi, eksplorasi, evaluasi, penambangan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan, sampai pemasaran.
  2. Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas).
Pertambangan adalah salah satu jenis kegiatan yang melakukan ekstraksi mineral dan bahan tambang lainnya dari dalam bumi. Penambangan adalah proses pengambilan material yang dapat diekstraksi dari dalam bumi. Tambang adalah tempat terjadinya kegiatan penambangan.

Bedanya cukup mencolok ya. Pertambangan adalah nama benda (dalam hal ini nama kegiatannya), tambang adalah nama tempat, dan penambangan adalah prosesnya.

Pengertian Pertambangan Sesuai UU Minerba No.4 Tahun 2009

Pasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
  1. Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.
  2. Mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu serta susunan kristal teratur atau gabungannya yang membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas atau padu.
  3. Batubara adalah endapan senyawa organik karbonan yang terbentuk secara alamiah dari sisa tumbuh-tumbuhan.
  4. Pertambangan Mineral adalah pertambangan kumpulan mineral yang berupa bijih atau batuan, di luar panas bumi, minyak dan gas bumi, serta air tanah.
  5. Pertambangan Batubara adalah pertambangan endapan karbon yang terdapat di dalam bumi, termasuk bitumen padat, gambut, dan batuan aspal.
  6. Usaha Pertambangan adalah kegiatan dalam rangka pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta pascatambang.
  7. Izin Usaha Pertambangan, yang selanjutnya disebut IUP, adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan.
  8. IUP Eksplorasi adalah izin usaha yang diberikan untuk melakukan tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan.
  9. IUP Operasi Produksi adalah izin usaha yang diberikan setelah selesai pelaksanaan IUP Eksplorasi untuk melakukan tahapan kegiatan operasi produksi.
  10. Izin Pertambangan Rakyat, yang selanjutnya disebut IPR, adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan dalam wilayah pertambangan rakyat dengan luas wilayah dan investasi terbatas.
  11. Izin Usaha Pertambangan Khusus, yang selanjutnya disebut dengan IUPK, adalah izin untuk melaksanakan usaha pertambangan di wilayah izin usaha pertambangan khusus.
  12. IUPK Eksplorasi adalah izin usaha yang diberikan untuk melakukan tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan di wilayah izin usaha pertambangan khusus.
  13. IUPK Operasi Produksi adalah izin usaha yang diberikan setelah selesai pelaksanaan IUPK Eksplorasi untuk melakukan tahapan kegiatan operasi produksi di wilayah izin usaha pertambangan khusus.
  14. Penyelidikan Umum adalah tahapan kegiatan pertambangan untuk mengetahui kondisi geologi regional dan indikasi adanya mineralisasi.
  15. Eksplorasi adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara terperinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumber daya terukur dari bahan galian, serta informasi mengenai lingkungan sosial dan lingkungan hidup.
  16. Studi Kelayakan adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan serta perencanaan pasca tambang.
  17. Operasi Produksi adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan yang meliputi konstruksi, penambangan, pengolahan, pemurnian, termasuk pengangkutan dan penjualan, serta sarana pengendalian dampak lingkungan sesuai dengan hasil studi kelayakan.
  18. Konstruksi adalah kegiatan usaha pertambangan untuk melakukan pembangunan seluruh fasilitas operasi produksi, termasuk pengendalian dampak lingkungan.
  19. Penambangan adalah bagian kegiatan usaha pertambangan untuk memproduksi mineral dan/atau batubara dan mineral ikutannya.
  20. Pengolahan dan Pemurnian adalah kegiatan usaha pertambangan untuk meningkatkan mutu mineral dan/atau batubara serta untuk memanfaatkan dan memperoleh mineral ikutan.
  21. Pengangkutan adalah kegiatan usaha pertambangan untuk memindahkan mineral dan/atau batubara dari daerah tambang dan atau tempat pengolahan dan pemurnian sampai tempat penyerahan.
  22. Penjualan adalah kegiatan usaha pertambangan untuk menjual hasil pertambangan mineral atau batubara.
  23. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, yang selanjutnya disebut amdal, adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. 
  24. Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. 
  25. Kegiatan pascatambang, yang selanjutnya disebut pascatambang, adalah kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah penambangan. 
  26. Pemberdayaan Masyarakat adalah usaha untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, baik secara individual maupun kolektif, agar menjadi lebih baik tingkat kehidupannya. 
  27. Wilayah Pertambangan, yang selanjutnya disebut WP, adalah wilayah yang memiliki potensi mineral dan/atau batubara dan tidak terikat dengan batasan administrasi pemerintahan yang merupakan bagian dari tata ruang nasional.